BERSAMA POSYANDU REMAJA IKUT MENGURANGI ANGKA PERUNDUNGAN PADA ANAK DAN WANITA
Berita
  • 05 Oktober 2020
    Oleh : ratih yuni arman, s.s, m.si 602 Views

    Mahasiswa Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) bersama Posyandu Remaja mengadakan penyuluhan untuk memberikan edukasi tentang fakta bahwa masih banyak kasus perundungan pada anak dan wanita di Negara Indonesia ini.
     
    Mengutip berita di  megapolitan.kompas.com menyebutkan bahwa angka perundungan terhadap anak-anak di Indoenesia masih tinggi,selama tahun 2020, terjadi kurang lebih 2700 kasus. Sedangkan angka perundungan wanita disepanjang tahun 2020 juga masih di kisaran 299.911 kasus, seperti yang diberitakan di komnasperempuan.go.id.
     
    Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Siarit menyebutkan bahwa pada kasus perundungan anak yang terbanyak adalah kasus kejahatan seksual, sebesar 52%. Dalam kasus kekerasan pada wanita didominasi oleh kekerasan terhadap istri seperti diberitakan di laman nasional.tempo.co.
     
    Anak-anak dan wanita lebih rentan mendapat resiko sebagai obyek kekerasan karena mereka dianggap sebagai manusia yang lemah secara fisik dan psikis, pendapat salah satu mahasiswa dalam acara penyuluhan itu. Karenanya, melalui penyuluhan tersebut, mahasiswa Universitas STEKOM menghimbau warga untuk saling gotong royong mencegah supaya angka perundungan pada anak atau wanita tidak bertambah tinggi di tahun-tahun selanjutnya.



    Hello!

    Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]

    Support Syawaludin Subekti
    6281215484296
    Hello! Ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Hubungi kami ? 950